Yang Jauh Makin Dekat, Yang Dekat Makin Jauh.

 

Oleh: Shofi 
kader progresif HMI MPO Ushuluddin 2020

Perkembangan gadget yang semakin canggih, membuat gadget bukanlah hal yang asing lagi bagi kita, melainkan barang penting yang dibutuhkan masyarakat. Adanya gadget tentu memudahkan masyarakatuntuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan dan juga hiburan yang terdapat di dalamnya 

Hampir dari  elemen masyarakat saat ini mempunyai gadget  tersebut. Itu membuktikan bahwa betapa pentingnya peran gadget bagi kehidupan masyarakat. Seperti untuk berkomunikasi, memperluas wawasan, memperbanyak relasi, bisnis dan semacamnya.

Apalagi dalam situasi seperti sekarang ini, dengan adanya covid 19 yang membatasi masyarakat untuk beraktivitas seperti biasanya (di rumah saja), dengan alasan untuk mencegah penularan virus mematikan tersebut.

Bahkan, di setiap pendidikan mulai dari jenjang SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi merealisasikan belajar secara virtual yang dikenal dengan sebutan daring ( dalam jaringan), sehingga mengharuskan setiap para pelajar untuk mempunyai yang namanya gadget, untuk bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Gadget dengan segala kemudahannya telah menjadi bagian dari gaya hidup seseorang. Tanpa kita sadari selain menambah dan memudahkan kita untuk memperluas jaringan sosialisasi gadget juga menjadi dinding pemisah dengan orang-orang yang ada di sekitar kita.

Namun, sebagai kaum melenial. Kita di tuntut untuk dapat membedakan mana yang baik dan buruk bagi kehidupan kita. Yang tidak hanya menyoroti dari sisi positifnya saja, namun juga khusus menyoroti dampak negatif dari penggunaan gadget tersebut.

Tanpa kita sadari, di masa ini banyak waktu kita dihabiskan hanya dengan bermain gadget. Ketika kita bangun tidur, yang pertama kali muncul dipikiran kita adalah handphone, mau itu handphone dulu, mau ini handphone dulu, Bahkan mau makan pun masih sibuk dengan handphone, walaupun hanya sekedar buat  status , dengan caption “makan dulu guys”. Kemana-mana main handphone atau gadget, seakan-akan tidak bisa tanpa gadget walaupun satu jam saja.

Kerap sekali kita temukan di tempat yang biasa orang-orang berkumpul, baik di tempat ngopi, arisan dan semacamnya. Mereka cenderung lebih akrab dengan gadget-nya sehingga kurang ngeh dengan keadaan disekitarnya.

“Eh bro, ngumpul yuk!". Ketika seseorang mengajak berkumpul di suatu tempat, mungkan ada obrolan beberapa saat. Tapi apa yang terjadi setelah itu. mungkin mereka lebih asyik berinteraksi dengan teman social medianya. Semakin tenggelam dengan gadget-nya masing-masing untuk bersosialisasi dengan orang lain nan jauh disana. Disaat yang sama mereka tanpa sadar semakin jauh dengan orang-orang terdekat atau orang-orang yang ada di sekitarnya.

Seringkali orang  yang bertemu dengan kita pun kita abaikan hanya untuk menjawab pertanyaan seseorang. Atau saat berbincang dengan seseorang kita tidak terlalu memperhatikan topik pembicaraan karena asyik membalas chat demi chat yang masuk ke gadget kita.

Mungkin banyak dari kita yang masih belum menyadari hal ini. Buktinya banyak masalah-masalah yang timbul dalam keluarga, hubungan persahabatankan, bukan karena masalah-masalah besar, akan tetapi karena kurangnya komunikasi (miskomunikasi). Karena pada dasarnya komunikasi merupakan hal  yang sangat dibutuhkan manusia sebagai makhluk sosial.

mungkin dari hari ini kita bisa sadar dan merubah kebiasaan buruk kita dalam menggunakan gadget. Karena setiap sesuatu pasti ada waktu dan tempatnya pak terlebih ketika berkumpul dengan keluarga sahabat dan lainnya karena menghargai merupakan hal yang sangat penting dan juga bijak dalam memperioritaskan suatu hal .

Komentar