Refleksi Milad HmI ke-73: Bagaimana Gerak HmI untuk masa depan Indonesia



Aziz Saepulrohman
Kader HmI MPO ushuluddin



Tanggal lima februari 2020 HmI tepat berusia 73 tahun sebuah usia yang sangat tua dan hanya terpaut dua tahun lebih muda dari usia kemerdekaan republik Indonesia. Perjalanan HmI sudah sangat panjang sejalan dengan usia perjalanan bangsa Indonesia sehingga HmI sedikit banyak paham akan dinamika bangsa Indonesia dari mulai jatuh bangun mempertahankan bangsa Indonesia dari serangan penjajah yang ingin menguasai kembali negara Indonesia, pergulatan ideologi yang pernah terjadi pada saat rezim soekarno, kondisi negara di bawah pemerintahan oligarki serta refresif terhadap rakyat nya yaitu pada masa soeharto hingga sampai pada detik ini HmI mampu menyelesaikan permasalahan tersebut meskipun dalam menyikapi dinamika bangsa Indonesia menyebabkan HmI terpecah belah.

Dalam hal ini HmI yang dimaksud oleh penulis adalah HmI MPO (HmI yang tetap setia dengan asas al-qur’an dan menolak asas tunggal). Sesuai dengan  identitas HmI yang merupakan organisasi perkaderan dan perjuangan sudah seyogyanya semangat kedua kata tersebut dibuktikan dalam  kehidupan nyata khusus nya semangat perjuanagan nya harus selalu dibuktikan dengan selalu melihat problem-problem di masyarakat baik dalam skala kecil di lingkungan sekitar maupun skala besar di tatanan nasional yang sangat memerlukan kontribusi HmI yang notabene mahasiswa yang memilki mental berani dengan diimbangi kecerdasan intelektual untuk mampu menelaah secara kritis problem-problem tersebut sehingga mampu menyelasaikan problem tetsebut.

Namun demikian, apabila melihat pada realita sekarang dengan keadaan negara yang penuh dengan problem sosial HmI tidak kurang  mampu membaca  problem-problem krusial yang ada di Indonesia ssehingga peran mereka untuk menjadi agent of change dan mewujudkan tatanan masyarakat yang diridhoi oleh Allah SWT sebagaimana tujuan HmI hanyalah sebatas sesuatu yang utopis. HmI seharusnya bisa diakui dan dirasakan oleh rakyat Indonesia kontribus nya sehingga menjadi harapan dan mitra dari rakyat karena pada dasarnya HmI adalah bagian dari rakyat.

Lantas apakah yang mengakibatkan ruh dan semangat perjuangan HmI menurun signifikan pada saat ini? Dan apakah HmI mampu  menjawab problem-problem sosial ke depan nya dan menjadi harapan rakyat?

Ada beberapa hal yang perlu kita cermati dan koreksi mengapa ruh dan semangat perjuangan HmI menurun signifikan pada saat ini, yaitu menurun nya daya kritis atau kepekaan kader terhadap problem yang ada hal tersebut bukan tanpa alasan, tidak bisa dipungkiri lagi bahwa kecanggihan tekonologi menina bobokan mahasiswa akan kesadaran kepekaan mereka dan lupa dengan beban moral mereka sebagai kader yang harus siap menyelesaikan problem yang ada. Selain itu menurun nya semangat literasi yang menjadi tahap awal bagi kader untuk dapat memahami dan menelaah secara kritis problem tersebut. Untuk dapat memahami problem yang ada diperlukan  pengetahuan yang dalam  dan wawasan yang luas  untuk mampu  mengkaji permasalahan tersebut dari berbagai  sudut pandang serta mampu memberikan solusi dengan berbagai tawaran.

HmI akan kembali menjadi harapan rakyat dan Indonesia untuk masa depan karena dalam hidup ini ada dinamikanya masing-masing tidak terkecuali HmI. Dengan semangat ualng tahun yang ke-73 ini semoga menjadi pemicu semangat perjuangan bagi kader HmI untuk selalu berkarya dan membuat sebuah perubahan yang progresif. HmI bukan lah organisasi yang hanya sekedar sibuk mengurusi kepentingan sendiri tetapi akan selalu menjadi garda terdepan untuk menjadi pembela dan memajukan bangsa dan negara Indonesia.

Komentar