Oleh: Nur Hanifah
Kader HMI MPO Ushuluddin
Pengertian literasi dalam kamus online
Merriam-Webster yaitu kemampuan “melek aksara”
yang di dalamnya meliputi kemampuan membaca dan menulis serta kemampuan untuk
mengenali dan memahami ide-ide yang disampaikan secara visual.
Era teknologi saat ini literasi sangat mudah di jangkau.
Ada banyak akun di media sosial yang sudah memfasilitasi pengguna teknologi
dalam mengakses informasi secara gratis, seperti Youtube yang penyampaiannya
secara visual, Instagram khas campuran antara visual dan non visual, dan Blog
yang khas dengan non visual.
Dampak dari mudahnya literasi di akses di era teknologi
yaitu semua orang termasuk anak di bawah lima tahun dapat mencari ilmu dengan
mudah. Namun dibalik kemudahan dalam mengakses informasi di era teknologi ini
juga terdapat dampak buruk, yaitu ilmu literasi yang tidak akurat dan
menjerumuskan. Maka perlu penyeleksian ilmu literasi terlebih dahulu sebelum
benar-benar mempercayai ilmu literasi tersebut.
Keakuratan ilmu dapat dengan mudah di temukan di luar
media sosial, seperti ilmu literasi dari majelis ilmu dengan narasumber
terpercaya, ilmu dari guru di ruang kelas, dan ilmu dari buku.
Keluarga yang merupakan tonggak utama seorang berkembang,
mempengaruhi dengan kuat seorang dalam ranah literasi sejak lahir. Literasi
yang baik dapat di kenalkan sejak usia 2 tahun saat anak sudah mampu
berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Keluarga dapat mengajarkan anak dengan
membacakan cerita-cerita berisi ilmu yang mudah di serap anak-anak. Dapat juga
memberi tontonan literasi berbau positif baik untuk anak-anak. Kelak semakin
besar anak, akan menyesuaikan ilmu yang di dapatkan. Sehingga saat sudah dewasa
menghasilkan anak yang cerdas dengan ilmu yang berkecukupan.
Lingkungan sekitar rumah merupakan lingkungan utama kedua
anak dalam berkembang. Selain anak-anak menikmati masa kecil bahagia dengan
bermain, di lingkungan sekitar rumah juga baik dalam mengembangkan literasi.
Orang tua dapat menyisipkan budaya permainan anak-anak dengan ilmu seputar
literasi. Permainan kartu bernama quarter untuk yang di dalamnya mengenalkan
berbagai ilmu dasar, bisa di selipkan. Kebanyakan anak akan tertarik dengan
permainan kartu bernama quarter.
Setelah lingkungan keluarga dan lingkungan sekitar rumah,
maka tidak lupa dengan lingkungan yang sangat dekat dengan literasi yaitu
lingkungan pendidikan formal dan non formal. Ranah pendidikan formal yang
dimulai sejak TK sampai Perguruan Tinggi tentunya melalui berbagai tingkatan.
Di tiap tingkatan perlu di kuatkan dengan baik bagi pendidik kepada peserta
didik mengenai pentingnya literasi. Sehingga peserta didik bisa dengan
sungguh-sungguh menekuni ilmu tentang literasi yang dapat di aplikasikan di
ranah luar pendidikan formal.
Secara umum literasi memiliki banyak sisi positif yang
menguntungkan. Dengan literasi dapat membuat orang berkarya yang memberi
manfaat bagi diri dan orang lain. Menulis yang menghasilkan karya positif
dengan dibaca banyak orang, selain baik untuk diri juga baik untuk orang lain
termasuk orang yang membutuhkan ilmu yang ditulis.
Menumbuhkan literasi yang baik dapat dimulai dari
lingkungan kecil kemudian mengarah ke lingkungan yang lebih luas. Menulis yang
melalui berbagai tahap latihan dapat di biasakan dengan menambah ilmu literasi
di berbagai sumber ilmu seperti buku, majelis ilmu dan pengalaman. Lebih baik
literasi di tumbuhkan dengan rasa cinta kepada dunia literasi.
Perpustakaan Kota Jogja, 4 Januari 2020
(Dimuat di Radar Jogja kolom
opini Jum’at, 17 Januari 2020)

Komentar
Posting Komentar