Menelaah Candu Media Sosial


Nur Hanifah
Mahasiswa Studi Agama-Agama
UIN Sunan Kalijaga

Era media sosial membawa perubahan manusia begitu drastis. Berbagai kemudahan untuk mengakses dan  membagikan berbagai informasi membuat sebagian besar manusia beralih ke kehidupan yang terlihat menyenangkan dan banyak keuntungan. Namun sering terlupakan akan kerugian di balik media sosial.
Hadirnya media sosial yang canggih saat ini dimulai dari berkembangnya teknologi. Sehingga muncullah berbagai media sosial seperti Whatshap, Instagram, Facebook dan berbagai media sosial lain. Media sosial tersebut dimanfaat penggunanya untuk berjualan, berdakwah ataupun menjalin silaturahmi dengan kenalan yang lama tidak bertemu.
            Data dari Kemenkominfo RI, pengguna media sosial di Indonesia masuk angka empat besar tertinggi di dunia. Salah satu media sosial yang sering di akses oleh penduduk Indonesia adalah Facebook.
            Banyaknya pengguna media sosial di Indonesia pun telah di imbangi dengan Undang-Undang pengaman pengguna media sosial  yaitu Undang-Undang Informasi dan Transaksaksi Elektrik (ITE). Undang-Undang ini dapat menjadi landasan hukum apabila pengguna mengalami masalah di media sosial seperti mengalami seperti mendapatkan ancaman dari pihak yang tidak bertanggung jawab di media sosial.
Namun permasalahan utama dari penggunaan media sosial yaitu kecanduan media sosial belum ada di dalam dunia medis. Di dalam buku berjudul ‘Kajian Dampak Media Sosial Bagi Anak dan Remaja’ disebutkan bahwa kecanduan media sosial masuk dalam ranah kesehatan mental.
Berbagai peneliti di dunia juga menyatakan bahwa kecanduan media sosial melebihi kecanduan ke narkoba. Contohnya saat 12 jam tidak berselancar di media sosial, diri akan gelisah, depresi dan telalu sering memikirkan media sosial. Sama dengan pecandu narkoba, yang akan mengalami gejala yang sama jika menghentikan pemakaian narkoba secara total.
            Pengobatan seorang yang sudah kecanduan berat akan media sosial, bisa dilakukan dengan berbagai cara seperti yang pernah dilakukan oleh artis Laura Thex yang memutuskan untuk menonaktifkan semua akun media sosialnya.
Pengalaman penulis sendiri dalam mengobati kecanduan media sosial berat yaitu dengan mengurangi banyak waktu untuk bermain media sosial dan mencari kesibukan diluar media sosial. Pada awalnya memang berat. Namun lama-lama diri terbiasa hidup dengan sedikit waktu membuka media sosial.
            Cara penggunaan media sosial dapat mempengaruhi seorang dalam kehidupan di dunia nyata. Jika media sosial digunakan untuk hal yang kurang berfaedah seperti update status, mengunggah foto kurang berfaedah ataupun membully orang di media sosial, maka hal itu akan membawa dampak negatif pada dunia nyata.
Namun jika media sosial digunakan dengan bijak seperti untuk mencari ilmu maka hal itu akan membawa dampak positif, yakni meraih sukses di dunia nyata, dunia maya, bahkan di akhirat kelak.

Perpustakaan Kota Jogja, 1 Februari 2020
(dimuat di Republika kolom Suara Mahasiswa Senin, 3 Februari 2020)



Komentar

  1. Where to Play Baccarat | febcasino
    Baccarat is 바카라 사이트 a popular card game, widely played by gamblers all over the world. With it, players of all skill 인카지노 levels and skill levels 샌즈카지노 will

    BalasHapus

Posting Komentar