Mabar Edisi Maulid : Pembacaan Maulid Simtud Dhuror dan Mengaji Kitab Nashailul Ibad


Memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW (Maulid Nabi). HMI Korkom UIN Sunan Kalijaga mengadakan kegiatan Mabar (Mendalami Agama Bareng), yang merupakan kegiatan kultural, (19/11/18) Marakom bersama kanda M Fadli Hidayat selaku pemateri (Ketua LDMI HMI Cabang Yogyakarta). Bertempat di Marakom Institute.

Pembukaan majlis diawali dengan pembacaan maulid Simtud Dhuror bersama-sama selama hampir 20 menit dan dilanjutkan dengan mengaji kitab Nashailul Ibad, kitab yang mengajarkan kutipan nasehat-nasehat tentang beramal dalam beragama.

Mabar sudah terlaksana yang ketiga kali sebagai upaya dalam memperdalam pemahaman kepada agama dan menambah spritualitas diri kader. selama berkegiatan Marakom selalu dalam kondisi penuh oleh kader HMI.

Salah satu kutipan dalam pengajian tersebut seperti yang disampaikan dari Usman Bin Afwan "kesedihan akan dunia menggelapkan hati, sedangkan kesedihan akan akherat akan menerangi hati". Kanda Fadli menambahkan bahwa memang perlu untuk menyeimbangkan baik antara dunia dan akherat, bukan hanya mementingkan hanya satu urusan saja. "dalam ungkapan Imam syafii, bekerjalah kamu seakan-akan hidup selamanya, dan beribadahlah kamu seakan-akan mati esok hari" ucap kanda Fadli menambahkan.

Setelah pengajian sesi tanya jawab di buka, pertanyaan pertama dari sdr. Budi selaku kepala suku Marakom, "Batasan dalam maksiat itu apa" tanya saudara Budi. "batasan dalam maksiat diantaranya apabila melewati apa yang telah disyariatkan oleh agama" jawab kanda Fadli. Pertanyaan kedua, dari saudara Yazid, "mengapa Sayyidina Ali, bergelar Karamallahu Wajhah, tidak seperti sahabat yang lain Radiallahu Anhu", dan kemudian dijawab oleh Saudari Siti Bahwa Ali mampu menghindari maksiat.

Majlis maulid nabi akhirnya ditutup dengan pembacaan doa bersama dan doa kafaratul majlis. Peringatan maulid nabi mengajarkan nilai-nilai agama yang terus untuk diperjuangkan dan dilaksanakan. Shallu ala Nabi.



Komentar

Posting Komentar