![]() |
| Harapan dan Rintangan |
Tapak kakiku yang berjalan di atas kerikil
Mengaduh dan mengadu kepadaku
Lelah sudah katanya, cemburu
Melihat akal tersimpan rapi dalam batok kepala
Aku bingung hanya diam membisu
sekali waktu ku sahuti telapak
untuk berhenti mengeluh
Aku katakan saja betapa mulianya dia mau menuntunku
dijalan penuh kerikil, memilihkan jalan terbaik untukku
Sekarang ia riang gembira mengajakku melangkah jauh dan dalam
dengan kepastian katanya, 'serahkan jalanmu untukku'
sekali waktu aku ragu dan bimbang
dia datang dengan suara lantang
"aku ada untukmu, jangan takut terus melangkah"
tapi aku sadar ia berdarah dan mengalir tercecer di jalanan penuh kerikil
"biarpun langkahku kecil dan tak sekuat dulu, aku tak peduli kan ku hantarkan kau sampai seberang harapan, tak mengapa"
Kerikil dipersimpangan jalan
menghadang dan menghalau orang pergi
tanpa tekad yang kuat takkan kau jejakkan langkahmu disebarang jalan sana
hanya kerikil, menggugurkan harapan
tertawa puas kerikil bagi pemilik jiwa-jiwa putus asa
menghindar jauh, takut terjatuh, membuang asa
Riwayatmu tersiar keseluruh negeri
kisah kerikil dipersimpangan jalan
lintasan antara kemunduran atau kemajuan
*Hamdan Ns
- Penikmat senja dan kenangan.
- 30 Maret 2018
- Ruang Kosong

Komentar
Posting Komentar