Sambut LK II Komisariat Ushuluddin Adakan Kajian HMI

HMI_UY. Jum'at (29/12) Komisariat Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga mengadakan kajian sejarah dan konstitusi HMI dalam rangka mempersiapkan kader yang akan mengikuti kegiatan Latihan Kader II, bertempat di Marakom Institute. Acara yang dimulai pukul 16.00 WIB tersebut menghadirkan pemateri yakni, Kanda Muhib.

Kajian Sejarah dan Konstitusi HMI di Marakom Institute
Peserta kajian tidak terbatas untuk komisariat Ushuluddin saja, tapi seluruh komisariat dilingkup UIN Sunan Kalijaga. Kegiatan LK II yang dijadwalkan pada bulan Februari 2018 dan KORKOM UIN Sunan Kalijaga sebagai pelaksananya.

Pada sesi pertama dalam menjelaskan sejarah HMI Kanda Muhib menggunakan rujukan yang ditulis oleh Kanda Awalil Riezky Pengurus PB HMI tahun 2009-2011 yang berjudul "HMI (MPO) Dalam Transisi". Menurutnya latar belakang HMI lahir karena tidak adanya organisasi Mahasiswa Islam yang mewadahi pada tahun 1947. Ia menambahkan diprakasai oleh Lafran Pane dan kawan-kawannya terbentuklah HMI pada 05 Februari 1947, Sekolah Tinggi Islam (STI) sekarang UII. "HMI punya sejarah yang panjang dan banyak terlibat dalam aksi dan memberikan sumbangsih kepada Negara serta berperan dalam pembubaran PKI," ucap Kanda Muhib.

Sedangkan dalam materi yang kedua konstitusi HMI Kanda Muhib menerangkan pengelompokkan dalam memahami konstitusi sehingga lebih mudah untuk dipahami. "Untuk memudahkan mempelajari konstitusi dalam sembilan bab yang ada dikelompokkan menjadi tiga bagian. Bab I sebagai bab awal, bab 2 dan 3 sebagai penjelas dan 4 sampai 9 dalam ART. Tinggal sering dibaca-baca saja konstitusinya," jelasnya

Kanda Muhib mengatakan dalam penutup forum kajian sejarah dan konstitusi HMI. "Jika kalian tau iklan bola di mana fans sangat tahu tentang bola tapi tidak bisa memainkan bola yang baik hanya jadi penonton. Maka jangan mau jadi kader yang fans saja, tapi jadilah super kader yang joss," ungkapnya.


Komentar