Quo Vadis Komisariat Ushuluddin periode 2017-2018

Pengurus dan pasca Ushuluddin


“Perjalanan ribuan mil dimulai dengan langkah pertama.” – Lao Tzu


          Ibarat meniti dalam perjalanan yang penuh akan hambatan dan rintangan, maka perlu persiapan yang matang sehingga tujuan akan segera diraih. Begitupun dengan kepengurusan yang baru saja terbentuk dalam jajaran komisariat Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga periode 2017-2018 sebagai ketua terpilih adalah kanda Rahmatsyah dengan sekretaris umum kanda Miftahul Irsyad dalam kegiatan Rapat Anggota Komisariat (RAK) yang ke 47 yang dilaksanakan di Yayasan Al-Islam, Babarsari. 

  Mengawali langkah panjang kepengurusan selama satu periode, maka perlu diadakan pembacaan sebagai gambaran dan pengenalan dalam mengenal setiap unit untuk menentukan program kerja kedepan. Kegiatan quo vadis merupakan rancangan kepengurusan untuk satu periode masa bakti. Materi yang disampaikan terkait kepengurusan, sesuai yang diatur dalam ad/art organisasi. Pemateri yang diundang masih dalam tataran lingkup HMI Yogyakarta, sebagai pendalaman dari setiap divisi yang ada di komisariat Ushuluddin. 

           Bagian atau divisi komisariat terdiri dari Pengurus Harian (PH) yang diisi oleh ketua, Rahmatsyah. Sekretaris 1, Miftahul Irsyad dan sekretaris 2, Hamdan Ns. Bendahara 1, Megawati dan bendahara 2, Tirta Nurmaida S. Dan divisi-divisi selanjutnya ada Perkaderan terdiri dari beberapa anggota sebagai kanit Deni Setiawan, dan ada Ahmad Makmun Khudori, Putri, Gusti Ramli Setiadi. Di Kajian sebagai kanit Ridho Lubis, dan ada Basriyanto, Anshori Lubis. Di bagian PTKM sebagai kanit Imamuddin, dan ada Moh. Jufri, Ersa Elfira Khaiya. Sedangkan divisi yang terbaru baru dibangun, Keakhwatan yang di kanit Jannah dan Faradila Winda, Wahyu Lailatul NH. Inilah divisi yang akan menggerakkan komisariat Ushuluddin untuk satu periode.


Komentar