Oleh : Moh. Sudah
(Kader progresif HMI komisariat FEBI)
Covid-19
rupanya tidak pernah habis dibicarakan sejak menguak ke permukaan. Tidak hanya Elit
Negara. Akar Rumput pun juga tidak
ketinggalan. Hampir di setiap media atau diskusi mulai dari aktivis sampai
akademisi, tema Covid selalu menjadi bahasan yang menarik. Tentu penyebab
utamanya adalah dampak dari covid yang benar-benar membuat khawatir dan
meresahkan bangsa ini. Kerisis ekonomi, stabilitas, dan konstruk sosial di
negeri ini benar-benar diuji sedemikian rupa. Bisa kita lihat banyaknya pekerja
yang di PHK, siswa yang beralih belajar daring yang sebenarnya hal itu akan
kehilangan sosok guru yang menjadi panutan. Pantas saja jika bobroknya moral
semakin meraja lela. termasuk roda perpolitikan negara akan semakin parah
keadaannya, walaupun kita tahu kalau hal itu sudah dari dulu terjadi. Itu semua
adalah hal yang sangat genting untuk segera mengambil langkah penyelesaian. Belakangan Presiden Joko
Widodo menyatakan sikap bahwa negara menargetkan pada bulan Januari 2021
mendatang, masyarakat indonesia akan diberi Vaksin Anti Covid sekaligus target Indonesia
selesai menangani masalah covid.
Melihat
konstruk sosial yang sekarang sepertinya hal itu tidak akan mudah dicapai.
Adanya masalah semacam Omnibus law kemarin yang membuat rakyak dari berbagai
kalangan. Mulai dari Mahasiswa, buruh tani sampai orang-orang yang hanya
ikut-ikutan demo sudah melanggar protokol kesehatan. Negara tidak hanya
dihadapkan pada masalah Covid. Melainkan juga menghadapi pembrontakan sosial
secara massal. Ini akan menjadi kendala tersendiri dalam kasus penanganan covid
itu sendiri. Bisa saja yang awalnya ditargetkan 2021 sudah selesai dalam kasus
penanganannya malah tidak akan pernah selesai. Maka sebenarnya tugas negara
sekarang adalah selain mencari solusi menyelesaikan masalah pandemi ini, negara
juga harus menjaga stabilitas Rakyat dan roda perpolitikan. Jika hal-hal yang
penting tidak terlalu diutamakan, negara malah sibuk mengurus hal-hal yang
sebenarnya bisa diurus belakangan akan menimbulkan problematika baru. Bisa
dipastikan bahwa negara yang besar dengan kekayaan alam dan kemajemukan budaya
ini akan menjadi kesia-siaan.
Andai saja
negara menyadari konstruk sosial yang sekarang sedang berlangsung, barangkali
covid ini akan selesai lebih cepat dari apa yang sudah dikatakan oleh presiden
Joko Widodo. Andai juga negara sedikit saja mau berkaca pada Cina yang menjadi
sumber utama awal munculnya covid ini, barangkali indonesia tidak harus
menunggu tahun depan untuk kembali pada kondisi sebelum Covid ini muncul. Jika
kita lihat cina sekarang jauh berbeda dengan cina beberapa bulan lalu yang
sempat menjadi sorotan dunia karena munculnya pandemi Covid-19. Rakyat Cina sudah
mulai menjalani kegiatan seperti semula sebelum pandemi. Tempat-tempat sentral
mulai ramai, mall sudah dioprasikan dan jalan-jalan sudah mulai kembali ramai
dengan kendaraan orang pergi bekerja. Dan yang terpenting cina adalah negara
yang berhasil memulihkan negaranya dari krisis ekonomi.
Terlepas dari
itu semua, idonesia sebenarnya bisa dengan cepat menyelesaikan permasalahan
ini. Melihat dari kekayaan indonesia yang melimpah akan dengan sangat mudah
dalam masalah pembiayaan. Itu pun seandainya para Elit Negara benar-benar
menjalani tugasnya dengan baik. Tidak hanya sekedar nama yang disandangnya tapi
juga kewajibannya sebagai wakil dan pengurus rakyat benar-benar diemban! Semoga
masalah ini cepat selesai!

Komentar
Posting Komentar