2017
adalah suatu tahun peralihan dari tingkat SMA menuju jenjang perkuliahan.yang
dimana pada SMA saya bukan menjadi
seperti anak SMA pada umumnya yang menuntut ilmu di bangku sekolah formal.namun
saya pada saat lulus SMP lebih memilih untuk menjalani masa-masa SMA saya di
salah satu pondok pesantren yang sebenarnya memiliki sekolah formal setingkat
SMA,namun saya memilih untuk menjalani masa SMA saya dipondok pesantren itu
dengan mengambil sekolah bahasa arab saja.sehingga praktis dalam hidup saya
kala itu tidak mengenal beberapa pelajaran sekolah pada jenjang SMA seperti
ilmu sosial,ilmu alam ataupun ilmu sastra.
Namun nasib saya pun berubah ketika awal tahun
2017 yang dimana saya wali dengan mengikuti ujian persamaan setara tingkat
SMA.dan setelah itu pada suatu hari di siang hari yang sangat terik sekitar jam
13.00 W.I.B.saya sedang tidu-tiduran di kamar saya di pondok pesantren itu
sambil memegang gadget dan membuka salah satu media sosial yaitu facebook yang
pada awalnya saya ingin melihat beberapa berita terkini baik dalam di Nasional
maupun Internasional,dan ketika saya membuka akun facebook milik saya,tidak
sengaja saya melihat salah satu postingan yang muncul di beranda facebook saya
dengan isi suatu screen shoot pengumuman diterimanya si pengunggah di salah
satu PTKIN ternama di Bandung melalui jalur SPAN-PTKIN.
Saya
perhatikan lama sekali foto itu dengan jeli,say abaca satu persatu huruf demi
huruf yang terangkai menjadi kata dan akhirnya menjadi kalimat dan finalnya
menjadi paragraph dalam foto itu.dan ternyata nama yang tercantum pada foto itu
adalah nama dari teman saya pada saat SMP dulu.dan di foto itu tertera bahwa
dia diterima pada Fakultas syariah pada jurusan Hukum Keluarga Islam atau
sering disebut Al-Ahwal Asy-Syakhsiyah.sontak saya pun mengingat masa-masa saya
menjalani studi bersamanya yang pada saat itu saya rasa sebenarnya dia pun
tidak terlalu pandai dalam kelas namun memang dia termasuk salah satu Murid
yang penurut pada jajaran guru-guru.
Setelah
saya melihat foto itu dan mengingat masa-masa saya menjalani studi dengan dia
saya pun tertantang untuk masuk pada dunia kampus untuk kuliah.singkat cerita
akhirnya saya mencoba searching untuk mencari apakah ada jalur
pendaftaran untuk masuk ke Perguruan Tinggi.dan pada akhirny saya menemukan
jalur UM-PTKIN untuk masuk ke Perguruan tinggi keislaman layaknya UIN,IAIN dan
STAIN.dan setelah melihat adanya jalur itu,saya pun melihat bagaimana alur
mendaftarnya dan biaya untuk mendaftar.kala itu saya pun melihat bahwa biaya
pendaftaran sekitar Rp.300.000,- dan saya pun hanya memiliki sekitar
Rp.150.000,-.otomatis saya pun harus mengumpulkan lagi sekitar Rp.150.000,-.lambat
laun akhirnya saya mencoba menghubungi salah satu kakak saya untuk meminjam
uangnya.dan Alhamdulillah kakak saya pun mendukung untuk saya lanjut kuliah
bahkan saya pun diberikan uang tambahan untuk mendaftar kuliah.
Singkat
cerita setelah saya daftar online dan membayar biaya pendaftaran saya pun
memilih jurusan dan PTKIN yang akan dipilih. Pada kala itu saya diberi 3
pilihan untuk jurusan yang kelak akan saya jalani studinya. Pada pilihan
pertama saya memilih Studi Agama-Agama di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta,pilihan
kedua saya memilih Manajemen Pendidikan Islam di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
dan untuk pilihan terakhir saya memilih Manajemen Pendidikan Islam di UIN Sunan
Kalijaga Yogyakarta juga.dan pada suatu hari sekitar 3 hari sebelum ramadhan
saya menjalani ujian untuk masuk PTKIN yang saya pilih di IAIN Surakarta.dan
Alhamdulillah saya diterima di pilihan pertama.
Dan
pada awal masa pra masuk kuliah saya diharuskan menyerahkan berkas-berkas yang
diperlukan oleh pihak kampus seperti foto,ijazah,kartu keluarga,dsb.dan setelah
saya menyerahkan berkas itu resmilah saya menjadi Mahasiswa baru UIN Sunan
Kalijaga.pada awal perkuliahan saya diberikan suatu acara yang bernama PBAK
atau semacam Ospek yang dijalani oleh para MABA (Mahasiswa Baru) selama tiga
hari.dan pada acara yang pada intinya mengenalkan Budaya akademik kampus inipun
pada hakikatnya seperti suatu botol kosong yang diberi label sebaik
mungkin.namun yang namanya botol kosong ya tetap tidak ada gunanya kecuali dia
dimanfaatkan oleh salah satu pihak tertentu untuk mengisi botol itu dengan
apapun yang dia inginkan.banyak sekali acara-acara yang saya rasa tidak perlu
dan tidak bermanfaat untuk dirasakan oleh para maba.seperti salah satunya
adalah banyaknya setingan drama yang diberikan.
Setelah
para MABA termasuk saya menjalani PBAK itu saya pun melanjutkan dengan adanya
acara SOSPEM atau Sosialisasi Pembelajaran yang diadakan selama 3 hari juga.dan
saya rasa dari serangkaian acara yang saya rsakan di kampus putih ini (julukan
kampus UIN SUNAN KALIJAGA) ini adalah salah satu acara yang bermanfaat untuk
para Mahasiswa baru, karena disamping dalam acara itu diberikan sedikit
pengetahuan yang belum kita ketahui juga diberikan semangat para maba untuk
meningkatkan mutu dialektikanya.
Stelah
saya menjalani dua acara awal di kampus ini selama seminggu barulah pada minggu
selanjutnya saya menjalani masa perkuliahan di kelas seperti biasanya.dan dalam
kelas pun saya bisa beradaptasi dengan mata kuliah yang saya jalani pada masa
itu.karena memang dalam semester awal kebanyakan untuk jurusan saya lebih
menekankan pada mata kuliah yang berbasis keislaman.serta dalam semester awal masih belum banyak
tercampuri oleh beberapa mata kuliah yang berat-berat.
Ketika keluar dari kelas,maka akan ada suatu
pemandangan yang sangat menarik seperti banyaknya stand-stand organisasi yang
berjejer dengan beberapa intrik pemasaran mencari kader yang dilakukan oleh
kader-kader lamanya.dan pemandangan itu menarik perhatian saya.namun walaupun
saya tertarik dengan stand-stand organisasi di kampus itu.lebih dari dua minggu
saya tidak mengunjungi satu pun stand yang berjejer itu.karena sebenarnya saya
sudah memilih untuk menjadi kader dari salah satu stand organisasi itu.yaitu
HMI MPO yang sebenarnya untuk HMI MPO sendiri sudah saya kenal sejak sebelum
masa PBAK dengan perantara salah satu kadernya.namun untuk nama HMI sendiri
sebenarnya bukan nama yang asing di telinga saya,karena ketika dulu di pondok
pun saya sering melhat salah satu acara diskusi di stasiun televisi swasta
nasional yang sering mengundang kader HMI.
Dan
pada hari-hari terakhir pembukaan pendaftaran untuk LK I (Latihan Kader I) HMI
MPO akhirnya saya pun pergi menuju standnya dan mengambil brosur pendaftaran
dan mengisinya dengan biodata saya.dan setelah mendaftar,saya diberikan info
terkait TM (Technical Meeting) untuk LK I nya,biaya mendaftar,serta motivasi-motivasi
dalam mendaftar itu.yang walaupun saya akui sebenarnya saya tidak membutuhkan
motivasi itu Karena niat saya sudah bulat ingin menjadi kader HMI.mengapa saya
memiliki keinginan bulat tersebut?.
To
be next time…
*Akbar Bintoro
(Penulis merupakan pengurus HMI MPO Komfak Ushuluddin Divisi Jarkom)

Komentar
Posting Komentar